Senin, 04 Mei 2015

Apa itu Kepribadian?




Personality Begins Where Comparison Ends. ~Karl L.


       Akhir-akhir ini banyak artikel yang membahas mengenai kepribadian, tidak jarang juga kita membicarakan hal kepribadian dengan teman-teman kita. Akan tetapi apakah arti kepribadian yang sebenarnya? Mari kita membahas hal ini dengan membahas apa arti kepribadian menurut para ahli.
Gordon Allport (dalam Engler, 1995), kepribadian adalah sesuatu yang nyata dalam seseorang individu yang mengarah pada karakteristik perilaku.
Kata kepribadian yang lebih  dikenal  dengan  istilah  personality berasal dari kata persona. Pada mulanya kata persona ini menunjuk kepada topeng yang biasa digunakan oleh para pemain sandiwara dalam memainkan peranan-peranannya pada zaman Romawi dan bisa juga menunjukkan pada sesuatu yang digambarkan mengenai peran diri oleh individu dibalik topeng (Guilford, 1959).
Carl Rogers (dalam Dede, 2011) mendefinisikan kepribadian sebagai sesuatu yang terorganisasi, berisikan pola persepsi tentang “aku” (self) atau “aku yang menjadi pusat pengalaman individual”.
       Jung (dalam Smith & Vetter, 1982) menjelaskan bahwa perkataan persona dilukiskan sebagai wajah manusia dalam keberadaanya di masyarakat. Selanjutnya dijelaskan bahwa persona merupakan cara individu dengan sadar menempatkan diri keluar (ke dunia sekitar). Persona merupakan kompromi antara individu dan masyarakat, antara struktur batun sendiri dengan tuntutan-tuntutan sekitar mengenai bagaimana seharusnya orang berbuat. Jung berpendapat bahwa sepanjang hidup manusia selalu memakai topeng ini untuk menutupi kehidupan batiniahnya. Manusia hampir tidak pernah berlaku wajar sesuai dengan hakekat dirinya sendiri, sehingga manusia tidak lagi mengenal siapakah dirinya, bakat, dan kemampuannya. Bila orang mau melepaskan topengnya dengan melihat keadaan dirinya, kekuatan dan kelemahannya, bakat, dan kemampuannya maka kenangan akan ditemukan.
       Kata persona lambat laun berubah menjadi istilah yang mengacu pada gambaran sosial tertentu yang diterima oleh individu dari kelompok masyarakatnya, kemudian individu dari kelompok atau masyarakat tersebut diharapkan bertingkah laku sesuai dengan gambaran sosial atau peran yang diterimanya itu. Persona digunakan untuk memproyeksikan penampilan diri yang tidak benar terhadap orang lain, yaitu peranan yang dimainkan dalam kehidupan ini (Feist, 1985).
Jadi kepribadian meliputi segala corak perilaku manusia yang terhimpun dalam dirinya dan digunakan untuk bereaksi serta menyesuaikan dirinya terhadap segala rangsang, baik yang datang dari lingkungannya (dunia luar) maupun yang berasal dari dirinya sendiri (dunia dalam), sehingga corak perilakunya itu merupakan satu kesatuan fungsional yang khas bagi manusia itu.

Sumber:

Hidayat, D.R. (2011). Psikologi Kepribadian dalam Konseling. Bogor : Ghalia Indonesia

4 komentar:

  1. Wahh bermanfaat banget Postingannya, jadi nambah ilmu... Keep Posting !!!
    Ijin Share ya Gan/Sist :D

    BalasHapus
  2. thank you for your support :)
    silahkan share, jangan lupa kritik dan saran yang membangun untuk perbaikan ya gan :D

    BalasHapus
  3. nah ini yang kadang membuat individu tidak menjadi dirinya sendiri karena tuntutan persona itu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setuju (y)

      terimakasih telah membaca, jangan lupa kritik dan saran yang membangun untuk perbaikan blog ini ya :)

      Hapus